Most Recent

‘Ada Lonte’ di Maulid Nabi, Rizieq Shihab Terima Caci di Seantero Negeri

 


JAKARTA – Tidak elok memang ceramah agama diselingi dengan kata kotor, terlebih datang dari seorang habaib yang mengaku sebagai keturunan Rasulullah Muhammad SAW. Sehingga tak salah jika public merespon dengan caci, padahal sehari sebelumnya saat kedatangan, Rizieq Shibab disambut dan dielu-elukan bak pahlawan yang bakal memperbaiki negeri.

Adalah Habib Rizieq Syihab (HRS) menyebut kata lonte saat di panggung acara Maulid Nabi. Habib Rizieq dihujani kritik sejumlah kalangan.

Awalnya, Habib Rizieq menyinggung soal lonte dari panggung peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta, 14 November 2020. Namun Habib Rizieq tidak secara spesifik menyebut nama Nikita Mirzani.

“Ada lonte hina habib. Pusing, pusing. Sampai lonte ikutan ngomong, iye…,” kata Rizieq di Jl KS Tubun, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (15/11) dini hari.

Ceramah Rizieq disambut riuh hadirin. Dia mengaku tidak marah banyak orang berkerumun saat menjemputnya dikritik. Lalu Rizieq menyinggung soal polisi menjaga rumah orang yang disebutnya lonte itu.

“Saya nggak marah. Cuma ada umat yang marah, ngancem mau ngepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte. Kacau, kacau,” kata dia.

“Lonte hina habib dijaga polisi. Kacau tidak? Mestinya lonte yang hina habib, hina ulama, tangkep. Bukan dijagain. Polisi jawab, tapi ada ancaman habib. Mangkanya lu tangkep,” kata dia.

“Ditangkep nggak, dijagain. Iye. Jangan-jangan minta jatah kali. Kacau, kacau. Saya ngeliat begini jadi baik. mudah-mudahan jangan sakit lagi deh. Udahlah jangan diterusin dah ah. Udah biarin, lonte sama lonte aja yang ngomong,” sambungnya.

Sontak pernyataan Habib Rizieq itu menuai kritik beberapa kalangan. Mereka menyesalkan isi dakwah Rizieq itu apalagi disampaikan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rabithah Alawiyah: Tidak Pantas dan Tidak Elok

Wadah habaib se-Indonesia, Rabithah Alawiyah, menilai kata-kata itu tidak pantas diucapkan Habib Rizieq.

“Tentu perkataan yang disampaikan itu tidak elok, apalagi dalam forum seperti itu,” kata Divisi Humas Rabithah Alawiyah dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Rabithah Alawiyah kini ingin melakukan tabayun, meminta penjelasan kepada Habib Rizieq atas apa yang dia ucapkan pada momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu.

“Memang, apapun konteks dan background-nya, itu tidak elok disampaikan, apalagi oleh seseorang yang memiliki banyak pengikut, panutan, yang tentu memuat tanggung jawab lebih,” kata Divisi Humas Rabithah Alawiyah.

Seorang tokoh panutan seharusnya berbicara sesuai norma yang baik. Terlebih lagi, Rizieq berbicara dalam forum keagamaan.

Wamenag: Pewaris Nabi Harusnya Beri Contoh

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid menyesalkan materi ceramah Habib Rizieq yang menyebut ‘lonte’ dari panggung acara Maulid Nabi.

“Seharusnya, setiap tokoh masyarakat memberikan contoh yang baik kepada pengikutnya, baik pada ucapan maupun tindakan. Ulama sebagai pewaris nabi, harus mencontoh akhlak nabi yang selalu menghormati dan memuliakan orang lain, meskipun orang tersebut berbeda keyakinan bahkan orang tersebut sering menghina, merendahkan (meludahi), dan memusuhinya,” ucap Zainut dalam keterangannya, Senin (16/11/2020).

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu meminta agar antartokoh tidak saling menghujat. Pesan-pesan ceramah seharusnya dilakukan secara santun.

“MUI mengajak semua pihak hendaknya bisa menahan diri untuk tidak saling menghujat dan saling mencela karena hal tersebut bukan akhlak nabi. Kami juga mengimbau kepada semua mubaligh, dai, dan tokoh agama agar dalam menyampaikan pesan-pesan agama dengan menggunakan bahasa yang santun, akhlak yang baik dan tidak melanggar norma hukum dan susila,” katanya.

Zainut mengajak antartokoh untuk saling mengingatkan.

MUI Sulsel: Dakwah Harus Hikmah dan Bijaksana

Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) angkat bicara soal ceramah Habib Rizieq yang menyebut ‘lonte’ dari panggung acara Maulid Nabi.

“Boleh jadi muballigh itu berbeda. Tetapi Al-Qur’an secara tegas bahwa dakwah harus dilaksanakan dengan hikmah, bijaksana, dengan mengajak orang dengan pelajaran yang baik,” kata Sekretaris MUI Sulsel Muhammad Ghalib saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/11/2020).

Ghalib mengatakan peringatan Maulid adalah sebuah perayaan atas kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan merupakan tauladan bagi seluruh manusia. Karena itu, acara tersebut seharusnya menjadi wadah untuk memahami Al-Qur’an dan mengimplementasikannya di tengah masyarakat.

Adapun mengenai adanya perdebatan dialog, Ghalib mengusulkan diselesaikan dengan cara yang baik-baik.

GP Ansor Sindir Keturunan Nabi Bicara Lonte

Organisasi pemuda Nahdlatul Ulama, GP Ansor menilai ucapan Habib Rizieq tidak sopan apalagi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sebenarnya, sebutan apapun itu kan bebas nilai ya. Untuk menyebut perempuan nakal misalnya ada lonte, PSK, WTS, dan sebagainya. Hanya kemudian, tempat di mana kata itu diucapkan yang kemudian memberi nilai,” ucap Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
“Di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang seharusnya di mana umat diajarkan untuk mengingat kebaikan dan ajaran-ajaran Nabi yang mulia, bahkan dipercaya di saat maulid itu Nabi hadir, pengucapan kata ‘lonte’ itu sungguh sangat tidak sopan, merendahkan perempuan,” ujarnya.

Yaqut menyebut Nabi Muhammad menghargai perempuan, maka seharusnya Habib yang disebut merupakan turunan atau Dzurriyah Nabi Muhammad, tidak seharusnya berujar demikian.

“Sebenarnya Nabi sangat menghormati dan memuliakan (perempuan). Apalagi yang mengatakan ini mengaku Dzurriyah Nabi, tentu ini sebuah paradoks. Menyedihkan dan sangat tidak mendidik umat. Kepada yang bersangkutan saya sarankan banyak-banyak beristighfar,” katanya.

Golkar: Katanya Revolusi Akhlak

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily mengingatkan menjaga tutur kata sebagai bagian dari bentuk akhlak.

“Menjaga diri untuk bertutur kata yang baik dan menjaga lisan itu salah satu akhlak yang baik. Jelas itu diperintahkan Rasulullah SAW. Itu harus kita pegang dan pedomani, apalagi saat kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Ace kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Ketua DPP Partai Golkar ini awalnya menduga kepulangan Habib Rizieq dari Saudi akan ada perubahan dari sisi tutur katanya. Seperti jargon yang dibawa Rizieq untuk melalukan revolusi akhlak.

“Saya tadinya mengira saat beliau pulang dari Tanah Suci dan sekembali dari sana akan lebih menjaga lisan dan memelihara tutur kata. Apalagi beliau katanya akan memimpin gerakan revolusi akhlak untuk masyarakat Indonesia,” ujar Ace.

Ace mengingatkan soal mengikuti anjuran nabi. Yakni memulai hal baik dari diri sendiri.

“Mari kita sama-sama teladani akhlak Rasulallah SAW. Dimulai dari kita sendiri sebagaimana sabdanya: Ibda’ binnafsik, mulailah dari diri kita sendiri,” ucapnya.

Selain itu, Ace meminta tak ada kegaduhan yang diciptakan di tengah masyarakat. Apalagi, saat ini pandemi Corona belum usai dan dibutuhkan ketenangan untuk menuntaskannya.

Diaz Hendropriyono: Habib Rizieq Hina Umat Islam

Ketum PKPI Diaz Hendropriyono menilai Habib Rizieq telah melakukan penghinaan karena mengisi ceramah Maulid Nabi dengan kata-kata lonte.

“Acara Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan kata-kata ‘lont*’ dan hinaan kepada institusi POLRI,” kata Diaz Hendropriyono dalam unggahan Instagramnya, seperti dilihat Senin (16/11/2020).

Diaz, yang juga menjabat Stafsus Presiden Jokowi, menilai ucapan Habib Rizieq soal lonte tidak pantas.

Menurutnya, Habib Rizieq telah melakukan penghinaan kepada negara dan umat Islam.

Lonte dalam KBBI berarti perempuan jalang; wanita tunasusila; pelacur; sundal; jobong; cabo; munci.

“Ini bukan hanya penghinaan untuk negara, tapi juga untuk seluruh umat Islam. Sangat tidak pantas,” sebut Diaz.

Habaib Juga Manusia

Sesungguhnya nasab semata tidaklah bermanfaat dan tidak meninggikan martabat seseorang bila tidak diiringi oleh ketakwaan. Bila nasab orang yang mulia itu tidak mampu menunjukkan kemuliaan jiwa seperti para pendahulunya, maka patutkah seseorang itu hanya membangga-banggakan nasab sepanjang hayatnya?

 “Nasab termasuk salah satu dari tujuh sebab kesombongan. Sombong (merasa lebih baik) adalah penyakit iblis. Yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Sesungguhnya yang paling mulia menurut Allah, hanyalah yang paling takwa kepada-Nya,” Demikian pandangan Kiai Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU.

Meskipun habaib itu bernasab hingga Rasulullah SAW, menurut Kiai Ishomuddin, mereka juga manusia yang memiliki berbagai kelebihan dan tentu saja kekurangan. Berbeda dari para Nabi dan Rasul, termasuk Rasulullah SAW. Yang dijamin oleh Allah terjaga dari perbuatan dosa, maka para habib itu tidak terjaga (ma’shum) dari melakukan kesalahan, maksiat atau dosa.

 “Sebagai manusia, para keturunan (dzurriyyat) Nabi itu ada yang berakhlak sangat mulia atau ada pula yang tidak,” tutur Kiai yang dekat dengan Rais Am PBNU periode 1999-2015, KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh (almaghfurlah).

Menurut Kiai Ishomuddin, sangat banyak dari mereka yang mendalami ilmu agama, baik yang lahir maupun yang batin. Sehingga banyak yang menjadi ulama besar, sangat terkenal luas ilmunya dan sangat berjasa bagi dunia Islam. Menjadi kekasih-kekasih (awliya’) Allah dan menghabiskan sepanjang usianya untuk berkhidmat kepada umat dan agama.

Mereka yang berakhlak mulia dan sangat mendalam ilmu agamanya inilah yang patut untuk didengar petuahnya dan diteladani perilaku baiknya. Profesi mereka juga sangat beragam, di antara mereka ada juga yang tidak menggeluti urusan agama. Seperti menjadi pebisnis, pedagang, politisi, tentara, polisi, petani atau profesi lainnya yang bermanfaat bagi manusia.

Ceramah Agama Berisi Provokasi

Tentu saja di antara yang bernasab mulia itu ada yang tidak boleh kita teladani perilakunya. Seperti karena kurang berilmu, akhlaknya buruk, gila hormat, senang dipuji, bersikap kasar, jauh dari sifat tawadlu’ (rendah hati). Dan ada juga yang ceramah agamanya hanya berisi provokasi dan caci maki sana sini.

Habaib pada masa lalu berjasa besar membawa ajaran Islam masuk ke Indonesia. Seminar tentang “Masuknya Islam ke Indonesia” di Medan pada 17-20 Maret 1963 memberi kesimpulan menarik. Disebutkan, Islam telah masuk untuk pertama kalinya ke Indonesia pada abad pertama Hijriah langsung ke pesisir Sumatera dari negeri Arab yang antara lain dibawa oleh golongan Alawiyyin. Mereka adalah keturunan Sayyidina Hasan dan Husein bin Ali, baik yang berasal dari Makkah-Madinah maupun yang kemudian menetap di Yaman dan sekitarnya.

KH Ahmad Inshomuddin, lebih jauh menjelaskan, umat Islam janganlah berlebihan dalam mencintai habaib. Menurutnya, meski keturunan Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW), tapi tetaplah habaib adalah manusia biasa.

Sebaliknya, kita jangan pernah melontarkan sekerat pujian kepada habaib yang jahil. Yang sering kali tertipu oleh perasaannya sendiri, yang tidak punya bashirah dalam beragama. Tidak punya pengetahuan dan keyakinan kuat, karena pujian itu pasti merusak hatinya dan itu hanya menambah keangkuhannya.

Sudah berapa banyak pujian dan rasa kagum tetap dilontarkan kalangan awam Muslim kepada orang yang digelari habib padahal ia bergelimang dalam dosa dan menyimpang terlalu jauh dari rel ajaran mulia kakeknya, Rasulullah SAW. yang diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia? Lalu, orang-orang awam itu seenaknya menjawab bahwa tidak mengapa habaib melakukan dosa dan kesalahan, karena kelak Rasulullah SAW. pasti memberikan syafa’at (pertolongan) kepada mereka, barangkali tidak mengapa mereka itu berbuat dosa.

Ucapan demikian ini sangatlah keji, pengucapnya mencelakai diri sendiri dan sangat merusak hati para habib yang kurang berilmu (jahil). Bagaimana tidak? Sedangkan dalam al-Quran ada ayat yang menunjukkan bahwa ahl al-bait (keluarga Nabi) itu dilipat gandakan pahalanya atas kebajikan yang dikerjakan, sebagaimana juga dilipat gandakan dosanya atas keburukan (maksiat) yang dilakukannya.

Siapa saja yang mengatakan atau menduga bahwa meninggalkan ketaatan-ketaatan atau melakukan aneka kemaksiatan itu tidak membahayakan seorang pun karena kemuliaan nasabnya atau karena kesalehan para orang tuanya, maka sungguh ia telah berdusta atas nama Allah dan menyimpang dari ijma’ al-muslimin (konsensus ulama dari kaum muslim).

Namun demikian, tetap harus diperhatikan bahwa Rasulullah SAW. memang memiliki perhatian lebih kepada ahl al-baitnya (dzurriyyah/habaib). Banyak wasiat atau perintah beliau yang memotivasi kita sebagai umatnya agar mencintai mereka.(A.Hanan Jalil)

Sumber: https://nusadaily.com/metro/ada-lonte-di-maulid-nabi-rizieq-shihab-terima-caci-di-seantero-negeri.html


Redaksi Rabu, 18 November 2020
Jokowi Harap Perjanjian Dagang RCEP Bantu Pulihkan Ekonomi

 


Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap penandatanganan perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dapat membantu pemulihan ekonomi yang terperosok akibat pandemi virus corona (covid-19).


Penandatanganan perjanjian yang telah digodok selama kurang lebih delapan tahun itu berlangsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi RCEP ke-4 yang dilakukan secara virtual, Minggu (15/11).

Dalam KTT tersebut, Jokowi menganggap perjanjian dagang yang melibatkan 10 negara ASEAN dan lima negara mitra itu bisa membantu meningkatkan kembali kepercayaan dunia usaha sekaligus menjaga stabilitas industri dan rantai pasok regional serta global.

(Perjanjin RCEP juga diharapkan) menunjukkan dukungan kawasan untuk sistem perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan," ujar Jokowi melalui pernyataan yang dirilis Sekretariat Presiden pada Minggu (15/11).

RCEP merupakan perjanjian perdagangan bebas di kawasan yang melibatkan 15 negara termasuk Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Perjanjian tersebut memiliki tujuan untuk membuka akses pasar, menyediakan fasilitas perdagangan dan investasi, serta mempromosikan integrasi ekonomi regional.

Selain KTT RCEP, Jokowi juga menghadiri penutupan rangkaian KTT ASEAN ke-37. Pada upacara penutupan tersebut juga akan ada serah terima keketuaan ASEAN dari Vietnam kepada Brunei Darussalam.

Rangkaian KTT ke-37 ASEAN telah berlangsung sejak Kamis (12/11) di mana Vietnam sebagai ketua ASEAN tahun ini menjadi tuan rumah.

Rangkaian KTT tersebut membahas langkah bersama untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas dari pandemi covid-19 bagi kawasan. 

Para kepala negara ASEAN juga membahas prioritas pengembangan ekonomi di kawasan dengan negara-negara mitra untuk menangani dampak ekonomi dan sosial akibat pandemi, termasuk membahas peluang dibukanya koridor perjalanan atau travel bubble sesama negara Asi Tenggara.


Jokowi kembali menekankan urgensi membuka travel bubble antara sesama negara ASEAN karena dinilai merupakan salah satu cara memberdayakan kembali konektivitas di kawasan yang dapat membantu memulihkan kembali ekonomi akibat terdampak pandemi virus corona.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201115105325-532-569919/jokowi-harap-perjanjian-dagang-rcep-bantu-pulihkan-ekonomi

Redaksi Selasa, 17 November 2020
Sri Mulyani: UU Cipta Kerja bantu fiskal dan moneter pulihkan ekonomi


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja merupakan langkah pemerintah untuk mengeskalasi pertumbuhan ekonomi. Sehingga, pemulihan ekonomi Indonesia tidak ketergantungan pada kebijakan fiskal dan moneter saja.

“Indonesia dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi, tidak hanya bergantung pada instrument makro yakni fiskal dan moneter namun kita betul-betul bekerja keras kondisi struktural, sehingga produktivitas bisa terjadi,” kata Menkeu dalam Konferensi APBN Laporan Periode Realisasi September, Senin (19/10).

Menkeu Sri Mulyani menyampaikan, UU CIpta Kerja merupakan langkah reformasi struktural yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan investasi di dalam negeri. Sehingga, harapannya lapangan kerja masih banyak, dan efek lanjutnya meningkatkan konsumsi masyarakat.

“UU Cipta Kerja, dan proses aturan turunannya, melalui kebijakan struktural memperbaiki kesejahteraan kita ke depan khususnya kepada demografi muda yang merupakan aset republik,” kata Sri Mulyani.

Menkeu menambahkan beberapa lembaga internasional pun sejalan dengan pemerintah mendukung implementasi beleid sapu jagad investasi tersebut. Moodys misalnya, yang bilang UU Cipta Kerja akan menarik investasi untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Lalu, Asian Development Bank (ADB) yang mengatakan UU ini menciptakan lapangan kerja dan membantu pemulihan perekonomian Indonesia. Dus bisa meningkatkan prospek ekonomi melalui investasi dan lapangan kerja yang berkualitas.

Kemudian Bank Dunia, UU itu memberi sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis sehingga diharapkan dapat banyak menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. Bahkan Bank Dunia berkomitmen untuk bekerja sama dalam reformasi terkait UU Cipta Kerja.

“Beberapa lembaga internasional melihat ekonomi Indonesia tidak hanya mengandalkan fiskal dan moneter. Mereka melihat investasi jangka panjang, dan dapat melihat dampak konsolidasi fiskal kita relaksasi standarnya mengalami kepastian, reformasi iklim usaha dan dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang,” kata Menkeu.



Sumber

Redaksi Senin, 16 November 2020
Sri Mulyani Optimis: Bangsa Indonesia Mampu Keluar dari Krisis Ekonomi, Sejarah jadi Bukti


 

Nasional - Perekonomian terguncang dihantam gelombang Pandemi Covid-19.

Virus Corona yang tak kunjung ditemukan solusi penanggulangan penyebarannya, membuat masyarakat Indonesia mengamali krisis kesehatan yang juga berimabas pada krisis ekonomi.

Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya mengembalikan stabilitas perekonomian Indonesia.

Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan optimis bangsa ini mampu keluar dari krisis ekonomi saat ini.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Oeang ke-74 Republik Indonesia di lingkungan Kantor Pusat Kemenkeu, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Upacara tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan dan disiarkan langsung secara daring melalui platform YouTube.

Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan (Menkeu) ditunjuk menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Oeang 2020.

Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan sejumlah pesan untuk jajaran Kemenkeu yang memiliki peran sangat penting bagi perekonomian Inodnesia, seperti dikutip KabarLumajang.com dari Portal Jember dalam artikel Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Hancur Akibat Perang dan Warisan Era Penjajahan.

“Seluruh jajaran Kementerian Keuangan harus terus berpikir positif dan mampu berkontribusi sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin untuk menangani pandemi dan meringankan beban mereka yang terdampak,” ujar Sri Mulyani, dikutip dari YouTube Kemenkeu RI.

Demi melanjutkan upaya pemulihan ekonomi dengan reformasi struktural, Sri Mulyani mengajak jajaran Kemenku untuk menjalankan tugas dan fungsi secara aktif.

Sri Mulyani juga berharap jajaran Kemenkeu terus fokus mentransformasikan institusi Kemenkeu dalam menyederhanakan berbagai regulasi dan birokrasi.

“Kita bisa melakukan reformasi baik dari sisi tata kerja kita maupun di dalam cara mendesain kebijakan dan dalam implementasinya, baik itu menyangkut pendapatan negara yang harus terus kita jaga,” ucapnya.

Selain itu, dalam pidatonya, Sri Mulyani menyampaikan sejarah perjalanan ekonomi Indonesia sebagai refleksi atas tantangan yang selama ini dihadapi Kemenkeu.

Sri Mulyani mengatakan, perekonomian Indonesia hancur akibat perang dan warisan dari masa penjajahan. Sejak saat itu, bangsa Indonesia pun mulai menghadapi tantangan perekonomian yang sangat berat.

“Kita mengalami era kolonialisasi yang kemudian menghancurkan perekonomian kita,” kata Sri Mulyani.

Era nasionalisasi, hyperinflasi, krisis ekonomi dan keuangan tahun 1998, serta krisis global tahun 2008 telah dilewati bangsa Indonesia dalam upaya membangun perekonomiannya.

“Bangsa Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik. Kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi hari ini dengan semangat yang sama,” tutur Sri Mulyani.

Upacara Hari Oeang ke-74 Tahun 2020 ini merupakan momen bagi Sri Mulyani untuk mengajak seluruh jajaran Kemenkeu agar terus bekerja, mengawal, dan membenahi perekonomian Indonesia di masa sekarang.***
(Lulu Lukyani/Portal Jember)

Sumber

Redaksi Kamis, 12 November 2020
Tumpas Pungli Perizinan

 


GENDERANG perang terhadap praktik pungutan liar (pungli) telah berkali-kali ditabuh. Namun, mirisnya pungli belum juga memudar. Praktik culas itu masih tetap bercokol di hampir semua lini birokrasi pemerintahan.

Dari level kementerian hingga tingkat kelurahan, mulai nilai pungutan kelas kakap sampai recehan. Pungli laksana adik kandung korupsi. Sama-sama liat, berurat akar di mana-mana, dan susah matinya.

Baru-baru ini, Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung memberikan terapi kejut. Tim membongkar pungli yang mengakar sejak belasan tahun lalu di Kesbangpol Provinsi Lampung.

Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Plt Kasubbag Umum Kesbangpol Lampung Jamal Muhammad Nasir pada Jumat (16/8), pukul 15.00. Dari tangan tersangka tersebut diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp21,65 juta.

Pungli tersebut ternyata hampir berjalan setiap hari, mulai dari izin riset skripsi mahasiswa yang nilainya Rp20 ribu—Rp50 ribu hingga belasan juta terkait rekomendasi izin tinggal WNA.

Kini Plt Kasubbag Umum Kesbangpol Lampung Jamal Muhammad Nasir telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun sayang, Plt Kasubbag Umum Kesbangpol Lampung tersebut tidak ditahan, lantaran mengajukan penangguhan penahanan.

Kita mengapresiasi langkah tegas Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung. Operasi pemberantasan pungli ini merupakan kebijakan komplementer untuk memperkuat efek jera bagi koruptor dan calon koruptor dalam skala yang lebih luas.

Harus disadari dan bukan rahasia umum bahwa hampir semua jasa pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah pada berbagai sektor sampai saat ini masih terjadi praktik pungli.

Bahkan, untuk jenis pelayanan yang sudah digratiskan berdasar pada peraturan seperti mengurus KTP elektronik masih dipungut bayaran sebagaimana temuan Ombudsman RI.

Bayangkan, kemudahan dan kecepatan pelayanan yang seharusnya menjadi hak masyarakat dan gratis “dijual” dengan semena-mena oleh pelaku-pelaku pungli.

Urusan pelayanan seolah-seolah dibuat ruwet untuk menciptakan ruang-ruang penyelesaian di bawah meja. Urusan pun lancar kalau ada uang pelicin alias pungli.

Kita mesti ingat bahwa ada persoalan mental dan moralitas dalam urusan pungli, tidak sekadar bagaimana hukum ditegakkan. Seperti halnya korupsi, semua pejabat publik tahu praktik itu melanggar hukum, tetapi nyatanya tetap dilakukan. Semua paham bahwa pungli atau korupsi merugikan negara dan masyarakat, tapi apa peduli mereka?

Karena itu, dalam pemberantasan pungli, lagi-lagi kita butuh keteladanan dari pemimpin. Harus ada konsensus bahwa pungli adalah penyakit mental yang harus diperangi. Tidak hanya dengan strategi yang jelas, tegas, dan tepat, tapi juga dengan aksi nyata dan keteladanan pemimpin birokrasi di level mana pun.

Penegakan hukum yang tegas memang penting dan harus dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pejabat, petugas di lingkungan aparatur negara yang bermental korup dan pungli.

Menaikkan level integritas dan profesionalitas para penyelenggara pelayanan publik ialah pekerjaan rumah terberat negeri ini, terutama para pemimpinnya.

Tim Redaksi Lampung Post

Redaksi
Buka Inovasi Indonesia Expo, Presiden: Indonesia Butuh Banyak Inovator



Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan banyak inovator di berbagai sektor. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Inovasi Indonesa Expo (I2E) 2020 secara virtual, Selasa (10/11). 

“Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen, model bisnis, dan digitalpreneurs,” ujarnya. 

Untuk itu, Presiden menyambut baik penyelenggaraan Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020 yang merupakan acara tahunan pameran riset teknologi inovasi terbesar yang diikuti berbagai lembaga penelitian dan industri. 

“Saya menyambut gembira dan menyampaikan penghargaan atas diselenggarakannya ekspo Inovasi Indonesia ini. Inovasi adalah kunci transformasi, inovasi adalah energi untuk menciptakan perubahan, inovasi adalah solusi untuk mengatasi permasalahan, inovasi adalah modal untuk memenangkan persaingan,” ujar Presiden. 

Presiden berujar, selama masa pandemi COVID-19 terlihat betapa pentingnya inovasi. Semua negara berlomba-lomba menjadi yang terdepan, tercepat, terunggul melalui inovasi di berbagai bidang. Di Indonesia pun tumbuh berbagai inovasi dalam menghadapi pandemi, terutama di bidang kesehatan. Salah satunya adalah pengembangan vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh para periset Indonesia.

“Para inovator juga berhasil menemukan karya-karya yang sangat dibutuhkan bagi percepatan penanganan COVID-19, salah satunya GeNose yang bisa mendeteksi virus melalui tiupan dari mulut yang mudah dan cepat. Berbagai komunitas peneliti juga terus bekerja untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan COVID-19,” ujarnya. 

Inovasi tersebut, imbuhnya, membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta-talenta hebat yang siap berkarya untuk kemandirian dan keunggulan bangsa. Namun Presiden mengungkapkan, kemunculan inovasi tersebut harus ditopang oleh ekosistem. 

“Ekspo ini adalah salah satu contoh dari ekosistem tersebut. Kita harus terus memfasilitasi kerja sama antar-stakeholders, memperkuat multiple helix, memperkuat kolaborasi antara para inovator dengan industri dengan pemerintah dan juga masyarakat,” ungkap Kepala Negara. 

Dengan kolaborasi, imbuhnya, maka karya-karya para inovator tidak berhenti menjadi sebatas purwarupa atau prototype tapi berlanjut untuk diproduksi secara massal dan bahkan bergerak ke arah investasi komersial. Jika itu terwujud maka akan memberikan manfaat yang sangat besar, bukan hanya untuk mengatasi masalah-masalah dalam masyarakat tapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja baru. 

“Saya mengajak para inovator memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara. Berkontribusi bagi kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. 

I2E merupakan pameran tahunan yang menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi di bidang teknologi yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Pameran ini menyajikan berbagai produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, industri, hingga para inovator yang keseluruhannya merupakan karya anak bangsa. Pameran yang sebelumnya dikenal dengan nama RITECH EXPO ini diharapkan dapat menjadi wadah dalam upaya membumikan riset, serta memperkenalkan berbagai produk inovasi.


Sumber

Redaksi Selasa, 10 November 2020
Sebut UU Cipta Kerja Wujudkan Indonesia Maju, Moeldoko: Ini Salah Satu Janji Jokowi

 

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko.* /

PR DEPOK  Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menilai bahwa Undang-Undang Cipta Kerja merupakan perwujudan janji Presiden Joko Widodo dalam merealisasikan Indonesia Maju.

Menurut pernyatan Moeldoko, peringkat kompetitif Indonesia yang berada di bawah Malaysia dan Thailand, membuat Jokowi malu, sehingga sang presiden ingin mewujudkan Indonesia yang maju.

Berdasarkan pernyataan yang ia sampaikan dalam siaran pers refleksi satu tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, ia menyebutkan bahwa UU Cipta Kerja adalah salah satu dari lima arahan yang diberikan Jokowi.

“Sejak awal, Presiden sudah member lima arahan dalam mewujudkan membangun Indonesia Maju,” tutur Moeldoko pada siaran pers yang diterima Sabtu, 17 Oktober 2020, seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara.

Dalam pernyataanya, ia membeberkan kelima arahan yang diberikan Jokowi kala itu.

Arahan yang pertama, Jokowi memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia.

Kedua, arahan untuk menyiapkan infrastruktur berkelanjutan untuk menjamin konektivitas antar wilayah sehingga dapat menggerakan perekonomian masyarakat.

Arahan ketiga yang diberikan Jokowi adalah terkait birokrasi, yang mana presiden menyebut pentingnya kelincahan dalam menghadapi tantangan turbulensi global seperti yang sedang dialami Indonesia saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Moeldoko menegaskan bahwa UU Cipta Kerja adalah salah satu instrumen yang dapat menjawab tantangan turbulensi tersebut.

Ia juga menyinggung perihal regulasi di bidang perizinan yang merupakan arahan keempat dari Jokowi.

Lebih lanjut, Ketua Staf Kepresidenan itu mengungkap arahan terakhir yang diberikan Jokowi, yakni mempercepat transformasi ekonomi.

Selain sesuai dengan lima arahan yang dijanjikan Presiden JokowiMoeldoko juga menekankan bahwa UU Cipta Kerja ini dapat menjadi alat agar Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, namun juga mendorong tumbuhnya UMKM.

Menurutnya, pertumbuhan UMKM pada jasa modern dapat meningkatkan daya saing manufaktur.

Di sisi lain, Moeldoko juga menyampaikan bahwa menciptakan wajah baru untuk Indonesia merupakan salah satu janji Jokowi.

“Wajah baru Indonesia di masa mendatang itulah yang menjadi cita-cita, menjadi janji Presiden,” ujar Moeldoko.***

Sumber :

https://depok.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-09841909/sebut-uu-cipta-kerja-wujudkan-indonesia-maju-moeldoko-ini-salah-satu-janji-jokowi?page=3

Redaksi Senin, 09 November 2020