Most Recent

Ini Pesan Presiden Buat Papua Youth Creative Hub

 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijemput dengan tari-tarian Papua, sekaligus melihat langsung rencana pembangunan Ground Breaking Papua Youth Creative Hub, Sabtu (2/10). Foto: Yohana/cepos

JAYAPURA –Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menjelaskan Papua Youth Creative Hub diharapkan bisa menjadi motor penggerak pusat pengembangan talenta-talenta di Papua, menjadi pusat kreatifitas anak-anak muda Papua sekaligus merupakan masa depan Indonesia dan juga masa depan Papua.

“Pembangunan Papua Youth Creative Hub sendiri merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang saya lakukan bersama anak-anak muda Papua pada September 2019 di Istana Negara,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (2/10) kemarin.
Diakuinya, dari hasil pertemuan bersama anak-anak muda Papua yang tergabung dalam komunitas “Papua Muda Inspiratif” PMI. munculah sebuah gagasan tentang  Papua Youth Creative Hub.

“Waktu saya bertemu dengan sejumlah anak-anak Papua yang menyampaikan keinginan- keinginanya, anak-anak muda ini  merupakan talenta-talenta Papua yang berbakat dan hebat-hebat dan Kita ingin memberikan ruang sebesar-besarnya bagi anak-anak muda Papua,” jelasnya.

Dirinya juga menyakini bahwa  masih banyak potensi yang belum tergali, dan belum dikembangkan di Papua maupun di Papua Barat, dan mana hal itu merupakan tugas kita.

Lanjutnya, banyak bibit-bibit unggul dengan talenta-talenta yang sangat baik, yang terdiri dari berbagai bidang baik itu dibidang sains, olahraga, seni budaya dan ini menjadi tugas besar bagi semua pihak.
Untuk itu perlu dibangun management yang baik, management yang tertata dengan baik guna melahirkan ratusan bahkan ribuan anak-anak muda Papua yang berbakat untuk masa depan Indonesia, maupun masa depan Papua.

“Saya berharap Papua Youth Creative Hub bisa menjadi motor penggerak, bisa menjadi pusat pengembangan talenta-talenta di Papua, menjadi pusat kreatif bagi anak-anak muda Papua dalam memperkuat sistem infoasi, perkuat sistem management yang ada,” terangnya.

Presiden juga berpesan, bahwa Melalui Papua Youth Creative Hub ini akan membangun ekosistem digital, pembangunan entrepreneurship, pembangunan petani-petani milenial dan sebagainya.

“Papua Youth Creative Hub ini merupakan masa depan kita semua, masa depan Indonesia, masa depan Tanah Papua  dan kita harapkan diakhir tahun 2022 pembangunan gedung Papua Youth Creative Hub sudah selesai dan lembaganya sudah siap dalam hal pengembangan SDM di Papua. (ana/gin)

Redaksi Senin, 18 Oktober 2021
Mengapresiasi Pembangunan Papua Youth Creative Hub

 


Presiden Jokowi meresmikan Papua Youth Creative Hub. Keberadaan Papua Youth Creative Hub wajib diapresiasi karena bisa memajukan dan membantu para putra Papua untuk terus berkarya.

Pemerataan pembangunan adalah salah satu program yang ditekankan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi. Beliau gemar blusukan hingga ke Papua, untuk mendengarkan suara rakyat. Sehingga tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan akan ada azas keadilan, karena seluruh rakyat mulai dari Sabang sampai Merauke mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Jokowi adalah Papua. Bahkan beliau adalah Presiden Indonesia yang paling sering mengunjungi Bumi Cendrawasih. Termasuk ketika beliau melakukan groundbreaking Papua Youth Creative Hub di Distrik Abepura, Kota Jayapura, tanggal 2 oktober 2021.

Presiden Jokowi berharap Papua Youth Creative Hub bisa jadi motor penggerak, bisa menjadi pusat pengembangan talenta-talenta hebat di tanah Papua, menjadi pusat kreatif anak-anak muda Papua dalam memperkuat ekosistem inovasi yang ada.

Rencana pembuatan Papua Youth Creative Hub merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Jokowi dengan sejumlah anak muda Papua pada bulan september 2019 lalu. Kemudian pada saat meresmikan jembatan Youtefa pada akhir tahun 2019 juga, Presiden mengapresiasi pencanangan program Papua Muda Inspiratif, termasuk Papua Youth Creative Hub.

Presiden melanjutkan, Papua Youth Creative Hub bisa mengembangkan talenta para pemuda Papua di berbagai bidang, mulai dari sains, olahraga, seni budaya, dll. Mereka memiliki potensi besar untuk maju. Nantinya, Papua Youth Creative Hub akan menjadi wadah untuk berbagai talenta seperti petani milenial, ekosistem digital, dan pengembangan riset dan inovasi.

Papua Youth Creative Hub merupakan sebuah tempat yang akan memiliki berbagai fasilitas, di antaranya co working space, ruang untuk teknologi pembelajaran, teknologi digital, ruang konser, ruang untuk inovasi produk, asrama, dan fasilitas olahraga. Diharap dengan berbagai fasilitas yang disediakan akan bisa membantu para pemuda Papua untuk mengembangkan potensinya.

Selama ini bisa jadi para pemuda Papua memiliki bakat tetapi bingung mau disalurkan ke mana atau tidak punya tempat untuk membentuk komunitas, padahal sayang sekali jika talentanya terkubur sia-sia. Oleh karena itu keberadaan Papua Youth Creative Hub patut diapresiasi karena bisa jadi tempat berkumpul. Sehingga anak-anak muda saling sharing dan berkolaborasi untuk membuat karya baru.

Dengan fasilitas yang ada di Papua Youth Creative Hub maka para pemuda dari Bumi Cendrawasih yang berbakat di bidang seni akan bisa mengembangkan talentanya. Mereka bisa menjadi seniman besar seperti Edo Kondologit, Nowela, Funky Papua, Ari Sihasale, dll yang merupakan warga keturunan Papua. Sehingga mereka akan bisa menjadi artis peran, penyanyi, atau pekerja seni profesional.

Menariknya, di Papua Youth Creative Hub tidak hanya tersedia fasilitas untuk pengembangan bidang kesenian dan budaya, tetapi juga pertanian modern, teknologi digital, dan inovasi. Sehingga anak-anak muda akan menjadi petani yang berinovasi dan membuat varian hasil bumi baru. Lantas dengan menguasai teknologi digital, mereka bisa memasarkannya via internet sehingga jangkauan pembelinya makin luas.

Papua Youth Creative Hub adalah sebuah tempat yang bagus sekali sebagai kawah candradimuka, sehingga anak-anak muda dari Bumi Cendrawasih bisa mengasah talenta dan mengembangkan potensinya. Mereka bisa memiliki tempat pertemuan yang representatif untuk brainstorming, sharing ide baru, maupun pembelajaran teknologi baru. Sehingga akan makin cerdas, kreatif, dan membantu dalam pembangunan Papua di masa depan.

Moses Waker, Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Sumber: https://www.suaradewata.com/read/202110040012/mengapresiasi-pembangunan-papua-youth-creative-hub.html


Redaksi Rabu, 13 Oktober 2021
Masyarakat Apresiasi Presiden Jokowi dan Menkes dalam Penanganan Covid-19

Jakarta, – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan masyarakat mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan (MenkesBudi Gunadi Sadikin dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Jadi konsisten untuk mengatakan bahwa publik mengapresiasi kinerja presiden dan menteri kesehatan dalam menangani Covid-19 pada waktu survei dilakukan di pertengahan September,” kata Burhanuddin Muhtadi dalam rilis temuan survei “Evaluasi Publik terhadap Penanganan Pandemi, Pelaksanaan Demokrasi dan Isu-isu Terkini”, Minggu (26/9/2021).

Diungkapkannya, kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi, khususnya dalam menangani Covid-19 terjadi peningkatan kepuasan dibandingkan survei yang digelar pada Juli 2021.

Dalam survei September 2021, masyarakat yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja presiden ada sebanyak 4,8% dan cukup puas sebesar 57%. Jika ditotal, masyarakat yang menyatakan puas dan cukup puas ada sebanyak 61,8%. Sementara pada survei bulan Juli tercatat 61%.

“Mayoritas masyarakat yang puas atau sangat puas dengan kerja Presiden menangani wabah Covid-19, tidak berubah dalam dua bulan terakhir,” ujar Burhanuddin Muhtadi.

Kemudian, masyarakat yang menyatakan kurang puas ada 31,8% responden dan tidak puas sama sekali ada 2,9% responden. Sedangkan dalam survei pada Juli 2021, yang menyatakan kurang puas 30,1% dan tidak puas sama sekali 6,4 persen.

“Jadi yang kurang puas dan tidak puas di bulan September mengalami penurunan dibandingkan Juli. Jadi memang ada peningkatan kepuasan meskipun kecil dan penurunan tingkat ketidakpuasan terhadap kerja presiden dalam menangani Covid-19 di September,” terang Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin menduga peningkatan kepuasan publik tersebut dikarenakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menghasilkan dampak positif dari sisi kesehatan.

Selanjutnya, kepercayaan publik terhadap kinerja Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencapai 38,1%, dengan rincian cukup percaya sebesar 37,1% dan sangat percaya 1%. Meski, publik yang menyatakan biasa saja terhadap kinerja menteri kesehatan sedikit lebih tinggi, yaitu sebesar 38,3%.

“Tapi kalau dilihat dari trennya masih positif sekali ya. Mereka yang percaya dibandingkan yang tidak percaya yang hanya 11%,” papar Burhanuddin Muhtadi.

Untuk penurunan kasus harian, survei menemukan mayoritas warga tahu atau pernah mendengar tentang penurunan kasus positif harian dan kasus kematian harian Covid-19 di Indonesia. Dari yang tahu tersebut, mayoritas percaya terjadinya penurunan angka penularan dan angka kematian akibat wabah tersebut.

Hal itu dilihat dari ada sebanyak 5,5% warga sangat percaya dan 83,1% percaya terhadap penurunan kasus kematian harian. Kemudian sebanyak 5% responden dan 81,4% percaya pada kasus positif harian yang mengalami penurunan.

Selanjutnya, survei menyebutkan mayoritas warga puas terhadap penerapan protokol kesehatan, dan mayoritas masyarakat menilai pemerintah cukup atau sangat tegas dalam menegakkan kebijakan protokol kesehatan.

Sebanyak 71,3% warga menyatakan cukup puas dan 10,2% menyatakan sangat puas terhadap penerapan protokol kesehatan dalam pengendalian kasus Covid-19. Lalu sebanyak 6,2% masyarakat melihat pemerintah sangat tegas dan 71,4% melihat pemerintah cukup tegas dalam menegakkan protokol kesehatan.

 

Redaksi
Ulama, Tokoh Lintas Agama Dan Santri Dukung Vaksinasi


Vaksinasi massal Ulama, Tokoh Lintas Agama dan Santri Provinsi Jawa Tengah, di Aula Masjid Agung Provinsi Jawa Tengah Semarang, 10 Maret 2020. Setiap peserta sudah mendapat vaksinasi oleh petugas kesehatan sejak pukul 08.00 secara bergantian hingga siang. Pengaturan ini ditegakkan untuk memastikan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Diantara yang sudah mendapat vaksin yaitu, Saccapiyo sebagai Bhikkhu, Wakil padesanayaka, wilayah Sulawesi tenggara. Menurutnya vaksinasi covid 19 sangat penting untuk memutus rantai penularan covid 19 yang masih terus terjadi.

“Saya sebagai warga negara Indonesia tentu patuh dengan anjuran pemerintah untuk mengikuti program vaksinasi covid 19 yang sedang digencarkan saat ini”, kata Saccapiyo.

Bhikkhu Wakil Padesanayaka Wilayah Sulawesi Tenggara ini juga mengajak seluruh masyarakat tidak ragu untuk mengikuti vaksinasi covid 19 guna melindungi diri, keluarga dan anggota masyarakat lainnya dari penularan covid 19.

” Saya yakin pemerintah telah melakukan berbagai penelitian sehingga vaksin covid 19 aman dan halal dan tidak mungkin pemerintah ingin menjerumuskan anggota masyarakatnya sendiri”, tegas Saccapiyo.

Dukungan yang sama juga disampaikan Arifin, tokoh dari Kepercayaan Saptadarma, Semarang. Arifin mengatakan bahwa dirinya orang yang takut jarum suntik, tapi setelah divaksin tidak terasa sakit, hanya seperti digigit semut saja, cepat sekali selesai hanya hitungan detik.

” Sebab itu, saya mengajak masyarakat mendukung dan mensukseskan program vaksinasi pemerintah. Mari dukung pemerintah, apa yang pemerintah serukan kita patuhi, agar pandemi covid 19 ini segera selesai. Untuk itu kepada seluruh teman teman jangan takut untuk vaksin 19″, ujar Arifin.

Sebagaimana halnya disampaikan Anak Agung Ketut Darmaja, Ketua Majelis Wali Agama Hindu Indonesia, Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung program mulia pemerintah tetang vaksinasi covid 19 ini.

” Kami sudah mensosialisasi program vaksinasi ini keseluruh Kabupaten Kota, Provinsi Jawa Tengah, umat Hindu tidak ada yang menolak. Sudah dengan berbagai pose untuk mendukung vaksinasi, sebagai bakti kepada pemerintah”, ujar Anak Agung.

Menurut Ketua Majelis Agama Hindu ini, walau sudah mendapatkan vaksin covid 19, harus tetap menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dengan menghindari kerumunan.

Dari Ulama, Ustd Abu Choir Sesjen Assosiasi Pesantren NU Jawa Tengah, menjelaskan bahwa sebagai mitra pemerintah, NU Jawa Tengah, kami telah melakukan sosialisasi vaksinasi ke 4600 pesantren, melakukan pendataan tokoh pesantren untuk terlibat dalam vaksinasi, termasuk kepada para santri.

” Pandemi sebagai masalah bersama, maka mengatasi harus secara bersama. Semua harus proaktif dan berkolaborasi mengatasi pademi. Pesantren akan berhasil mengatasi pandemi, bila dilakukan secara bersama”, ujar ustd choir.

Sesjen Assosiasi Pesantren ini mengingatkan agar masyarakat percaya pada informasi yang benar, jangan percaya informasi hoak. Apalagi vaksin sudah secara ilmiah terbukti aman dan halal, maka iangan menolak vaksin, agar pandemi covid 19 segera berakhir.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (PRA)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Redaksi Sabtu, 09 Oktober 2021
Warga Mimika bangga daerah mereka dipercaya selenggarakan PON XX


Mimika - Masyarakat Mimika bangga daerah mereka dipercaya oleh pemerintah Indonesia untuk menjadi salah satu tempat pelaksanaan PON XX Papua yang berlangsung pada 2-15 Oktober 2021.

"Kami sangat bersuka ria Mimika bisa mengadakan acara sebesar ini. Papua, torang (kita-red) bisa!" ujar warga Mimika Simon Natipia kepada Antara di Mimika, Selasa.

Simon yang bersuku Kamoro, juga merasa yakin PON XX Papua dapat berjalan lancar hingga tuntas.

Hal itu lantaran adanya kerja sama dari berbagai pihak mulai dari masyarakat, panitia hingga TNI-Polri yang membuat kegiatan demi kegiatan berjalan dengan baik.

"Jadi, tak ada keraguan, misalnya soal keamanan. Kami masyarakat Papua akan menyelenggarakan PON XX dengan sukses," tutur Simon.

Warga Mimika lain, Anggelina Muyapa, juga menyambut baik dilaksanakannya PON XX Papua di Mimika.

Sebagai pelajar, perempuan yang berasal dari suku Mee itu menilai PON XX Papua dapat berdampak positif bagi dia dan teman-teman sepantarannya.

"Dengan PON XX ini kami sebagai pelajar bisa mengembangkan bakat dan kreativitas kami," kata Anggelina.

Seperti diketahui, pelaksanaan PON XX Papua dipusatkan di empat wilayah yakni klaster Kota Jayapura, Klaster Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Di Mimika, dilaksanakan pertandingan 12 cabang olahraga yaitu aeromodeling, terbang layang, terjun payung, atletik, bola basket 5x5, bola basket 3x3, panjat tebing, biliar, bola tangan, futsal, judo dan tarung derajat.


SUMBER

Redaksi Selasa, 05 Oktober 2021
UU Otsus untuk Sejahterakan Warga Asli Papua

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu secara resmi menandatangani Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang sebelumnya telah disetujui dalam paripurna DPR. Disebutkan bahwa dana Otsus sekarang akan dimaksimalkan untuk kesejahteraan di Papua.

Demikian pula yang disampaikan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kominfo, Bambang Gunawan dalam forum webinar Cerdas Berdemokrasi seri ke-5 bertema UU Otsus Papua Untuk (SI) Apa? pada Jumat (6/8/21), menyebutkan bahwa Presiden Jokowi menghendaki hadirnya langkah-langkah terobosan, terpadu, tepat, fokus dan sinergi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

"Hal ini semata-mata untuk mewujudkan masyarakat Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang maju, sejahtera, damai dan bermartabat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam hal ini pendekatan pembangunan Presiden menghendaki penggunaan perspektif sosial, budaya, wilayah, adat dan zona ekologis dalam rangka pembangunan berkelanjutan," ujar Bambang dalam sambutannya.

"Selain itu upaya-paya pembangunan difokuskan pada Orang Asli Papua (OAP)," lanjutnya.

Kemudian dia mengatakan bahwa UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua merupakan perwujudan pengakuan negara atas keputusan Papua pada usia hukumnya yang menginjak tahun ke-20 UU ini dikenal sebagai UU Otsus Papua yang mengalami perubahan untuk kedua kalinya.

Plh. Direktur Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Valentinus Sudarjanto Sumito, menjabarkan tentang penjelasan UU No 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua yang menurutnya, UU tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk sejahterakan masyarakat Papua.

"Bahwa dalam rangka mengurangi kesenjangan antara Provinsi Papua dan provinsi lain, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Provinsi Papua, serta memberikan kesempatan kepada penduduk asli Papua, diperlukan adanya kebijakan khusus dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Valentinus.

Di sana juga dijelaskan bahwa tujuan Otsus Papua tersebut yaitu memberikan afirmasi/keberpihakan proteksi terhadap Orang Asli Papua.

"Pertama, meningkatkan taraf hidup masyarakat OAP. Kedua, mewujudkan keadilan dalam hal pemerataan dan percepatan pembangunan. Ketiga, penghormatan hak-hak dasar OAP. Dan, keempat yaitu untuk mendorong penerapan tata kelola pemerintahan yang baik," paparnya.

Kemudian dikatakan bahwa dengan adanya hak otonom kepada daerah menjadikan orang Papua memiliki hak untuk menentukan arah pembangunan daerahnya, sehingga pembangunan Papua bisa sesuai dengan cita-cita dan keinginan orang Papua.

"Dukungan antar sesama warga negara dalam mengawal upaya percepatan pembangunan dan kesejahteraan bagi saudara-saudara kita di Papua dan Papua Barat, semoga Tuhan YME menyertai dan meridhoi langkah baik kita," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Desk Papua/Kepala Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja, Kementerian BPN/Bappenas, Velix Wanggai, menuturkan bahwa saat ini pemerintah dengan revisi UU tersebut sedang menuju kepada arah baru dalam mengelola Papua dengan Otsus.

"Poin tentang revisi Otsus ini adalah semangat besar dari Bapak Presiden Joko Widodo di tahun lalu bagaimana melihat papua ke depan, didalam pengantar Sidang Kabinet, beliau menyampaikan 3 poin dan saya pikir ini bisa jadi filosofi yang nantinya bisa menjadi pedoman, arah bagi pemerintah antar kementerian dan para anggota pansus terhadap melakukan perubahan di Papua," ujarnya.

Tiga poin yang disebutkan tersebut adalah, pertama, evaluasi secara menyeluruh terkait tata kelola dan efektifitas penyaluran dana Otsus.

Kedua, perlunya sebuah semangat baru, paradigma baru, cara kerja baru. Kita harus bangun semua sistem dan desain baru, cara kerja yang lebih efektif agar mampu menghasilkan lompatan kemajuan kesejahteraan bagi rakyat Papua dan Papua Barat.

Lalu ketiga, kebijakan Otsus Papua dan Papua Barat ini dikonsultasikan dengan seluruh komponen masyarakat yang ada di Papua maupun Papua Barat, yang akan membuat Papua dan Papua Barat semakin maju.

"Ini adalah nuansa baru yang harus kita lakukan, harus ada sebuah lompatan dengan konteks yang spesifik, harus dilakukan terobosan dan tidak hanya pelaksanaan yang biasa-biasa saja," kata Velix.

"Dari sisi Bappenas, perjalanan panjang 20 tahun ini tentang Papua. Kami dari pusat akan berdialog dengan jajaran pemerintahan Papua dan Papua Barat tentang rencana induk. Mudah-mudahan dengan platform bersama rencana induk ini bisa menjadi platform bersama hingga 2021," pungkasnya.

 

Redaksi
Pengakuan Dinas Kesehatan Soal Vaksinasi Covid-19 Remaja DKI Tersisa 15 Persen




Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan faktor izin orang tua menyebabkan pencapaian vaksinasi Covid-19 terhadap anak dan remaja tinggal tersisa 15 persen.

Padahal vaksinasi Covid-19 untuk usia 12-17 tahun telah berjalan sejak awal Juli 2021 lalu.

"Sekarang ini masih ada 15 persen remaja yang harus kita dorong untuk segera vaksin. Penyebab masih adanya data itu, salah satu penyebabnya ialah izin orang tua yang tidak mau anaknya divaksin lantaran khawatir dengan efek sampingnya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Sabtu petang, 25 September 2021.

Dwi menyebutkan dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan DKI hingga 24 September 2021 lalu tercatat 856.459 anak usia di bawah 18 tahun (12-17 tahun) yang sudah mendapat dosis pertama vaksin Covid-19.

Terkait hal itu, Dwi menuturkan pihaknya akan tetap mendorong para remaja tersebut bisa segera divaksin, termasuk juga memberikan vaksinasi pada semua orang ber-KTP DKI yang belum divaksin.

Salah satu caranya ialah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah di Ibu Kota, guna mempercepat vaksinasi terhadap anak berusia 12-17 tahun.

"Kami akan berusaha menjangkau semua siswa, termasuk yang ber-KTP DKI yang sampai saat ini belum vaksin Covid-19. Segala daya kami usahakan supaya remaja, guru, masyarakat lain yang belum divaksin bisa segera divaksin," ujarnya.

Dwi berharap para remaja ini bisa mendapatkan proteksi ekstra dari bahaya COVID-19. Terlebih, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menambah jumlah sekolah yang dibuka untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas.

"Nanti ada 1.509 sekolah yang dibuka untuk PTM Terbatas," ucap Dwi.

Diketahui, hingga 24 September 2021, capaian vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta sudah menembus angka 10,3 juta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,5 juta warga sudah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19. Walau demikian, 36 persen dari capaian vaksinasi Covid-19 tersebut ternyata bukan warga ber-KTP DKI Jakarta.


SUMBER

Redaksi Jumat, 01 Oktober 2021